Kapal Haji

asSalaamu’alaykum.
Insya Allah, suatu sa’at nanti kita akan menggunakan dan memiliki kapal seperti ini:
Oasis of the Seas Tour

Uploaded by lvcruise on Mar 27, 2010
This is a video tour of the most striking features of Royal Caribbean International’s new Oasis of the Seas, now by far the largest cruise ship on the planet!


Sementara ini, yang dapat kita lakukan:
Mengenang Cerita Haji Masa Lalu
09-12-2010 17:38
Mekkah(MCH)–Cepi Supriyatna kecil diajak keluarganya menjemput kakeknya yang berhaji pada 1968. Dari Ciamis ia bersama rombongan keluarga lain yang juga hendak menjemput. Mereka berkumpul di ruang penjemputan lantai dua Pelabuhan Tanjung Priok.
“Uungggggggg.” Peluit kapal berbunyi, pertanda kapal setengah jam lagi bersandar. Dari kejauhan setiap terlihat sosok yang dikira ayah atau kakeknya, keluarga penjemput lantas melambai-lambaikan tangan sambil memanggil-manggil.
“Setengah jam melambai-lambaikan tangan, begitu kapal bersandar, orang yang dikira kakek ternyata bukan. Kami harus pindah tempat mencari tempat sandar kapal lain, menunggu lagi, begitu melihat sosok seperti kakek, kita melambai-lambaikan tangan lagi,” tutur Cepi yang kini menjadi kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) di Arab Saudi.
Dari pelabuhan, rombongan pulang ke Ciamis. Penyambutan pulang diadakan di alun-alun kota untuk seluruh jamaah dari Ciamis. “Meriah sekali,” kenang Cepi, Ahad (5/12).
Saat berangkat haji, kakek Cepi harus berjabat tangan dengan tetangga sepanjang enam kilometer. Kotak kayu berisi berbagai bekal ke Tanah Suci dipanggul enam orang. “Ada cobek batu, beras, dan sebagainya,” kata dia.
Sekarang, jumlah bawaan jamaah dibatasi. Yang masuk bagasi maksimal 32 kg, yang ditenteng ke kabin maksimal 7 kg. Jika bawaan dari Tanah Air tak sampai 32 kg, maka ada pimpinan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang menitipkan barang-barangnya ke koper jamaah. Barang-barang itu akan dijual selama di Tanah Suci.
Jika hendak pulang ke Tanah Air, barang bagasi lebih dari 32 kg, harus ada barang yang dibuang. Tentengan yang banyak juga dicegah petugas. Ada koper yang beratnya hingga 45 kg, meski banyak juga yang kurang dari 32 kg. Ada juga koper yang beranak cucu; Ada bungkusan lain yang diikatkan di koper. Tentu saja, anak-cucu koper itu tak akan diangkut. Akibatnya ada banyak barang yang menumpuk di bandara.
Di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, ada banyak ragam barang jamaah yang dikeluarkan dari koper. Ada air zamzam, tas, makanan, rice cooker, jam tangan, dan uang juga ada. Rupanya petugas asal mengambil saja barang-barang dari koper, karena ada banyak koper yang harus dibongkar. Tahun lalu, barang jamaah yang dikeluarkan dari koper mencapai empat kontainer.
Sebelum berangkat, para jamaah dishalat-jenazahkan dulu. Demikian juga kakek Cepi. “Pertanda sudah diikhlaskan jika meninggal di Tanah Suci,” ujar Cepi. Jamaah menginap dulu di Asrama Haji yang berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sebelum menuju Tanjung Priok.
Di Jeddah para jamaah akan mencari syekh mereka. Syekh-syekh itu yang mengurus segala keperluan para jamaah selama di Tanah Suci. Syekh yang baik biasanya yang paling banyak dicari jamaah. “Musim pulang haji, yang baik menyediakan oleh-oleh sekadarnya buat jamaahnya,” ujar Cepi.
Sebelum 1965, pemerintah lewat Departemen Agama membentuk kepanitiaan haji dengan nama Madjelis Pimpinan Hadji (MPH). Pada 1965, lewat Departemen Urusan Haji, kepanitiaan haji dinamakan Pandu Djemaah Hadji (PDH). Di setiap kapal, anggota PDH paling banyak tiga orang. Yaitu, seorang ulama, seorang bupati, dan seorang komisaris polisi, kedua terakhir syaratnya berjiwa Islam.
“Tugas mereka di kapal saya saksikan sendiri, antara lain mengatur setiap hari kiblat dengan petunjuk-petunjuk mualim kapal haji yang bersangkutan; mengimammi shalat berjamaah, mengorganisir perlombaan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, dan lain-lain,” tulis dr med Ahmad Ramali, dalam buku Perdjalanan Hadji (1969).
Ahmad menceritakan perjalanan kapal Koan Maru yang mengangkut jamaah pada Februari 1965. Berangkat dari Tanjung Priok pada 8 Februari, kapal mengangkut 570 jamaah, menuju ke Surabaya untuk mengambil jamaah di Tanjung Perak Surabaya, sehingga jumlah total jamaah mencapai 973 orang. Jumlah itu sudah termasuk tiga anggota Pandu Djemaah Hadji dan tujuh anggota Rombongan Kesehatan Indonesia (RKI).
RKI adalah petugas kesehatan yang ditunjuk oleh Departemen Kesehatan. Di setiap kapal haji ditempatkan tujuh anggota, terdiri satu dokter, empat perawat pria, dan dua perawat perempuan. Pada musim haji 1965 ini, pertugas kesehatan ada 108 orang untuk melayani 15 ribu jamaah di 14 kapal haji (tujuh kapal gelombang pertama, tujuh kapal gelombang kedua).

Pada tahun 2010 ini, ada 492 kelompok terbang yang mengangkut 198 ribu jamaah. Di setiap kelompok terbang ada tiga petugas kesehatan, satu di antaranya adalah dokter. Kemudian ada satu petugas pembimbing haji dan satu ketua kelompok terbang.
Pada 21 Februari 1965 kapal tiba di Jeddah.
Pejabat keuangan KBRI memberikan 700 riyal kepada setiap jamaah setelah mereka menyelesaikan urusan administrasi keimigrasian. Baru kemudian mereka ke Madinatul Hujjaj untuk transit. Madinatul Hujjaj ini yang diserahkan ke Indonesia, tak dipakai lagi. Malaysia yang memanfaatkannya sebagai tempat transit.
Masalah cuaca menjadi persoalan bagi sebagian besar jamaah Indonesia sejak dulu. Makkah memiliki empat musim, yaitu Al-Rabii, Al-Shaif, Al-Khariif, dan Al-Syitaa. Ar-Rabi� adalah musim pergantian dari dingin ke panas, selama tiga bulan sejak 21 Maret. Al-Shaif adalah musim panas, sejak 21 Juni hingga tiga bulan ke depan. Pertukaran musim panas ke musim dingin disebut musim Al-Khariif, mulai 23 September. Mulai 22 Desember, Makkah memasuki musim dingin (Al-Syita) selama tiga bulan.(priyantono oemar)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Haji pada tanggal 09-12-2010 17:38

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia
http://m.kemenag.go.id/berita.php?id=7010

7010 © Kapal Koan Maru Berangkat dari Tanjung Priok pada 8 Februari, mengangkut 570 jamaah


SABTU, 14 NOVEMBER 2009 091114 – Suka Duka Mutawwif Masa Lalu

18 responses to this post.

  1. Pada musim haji 1965 ini, pertugas kesehatan ada 108 orang untuk melayani 15 ribu jamaah di 14 kapal haji (tujuh kapal gelombang pertama, tujuh kapal gelombang kedua)

    Balas

    • Posted by muhammad arif pramono on September 25, 2012 at 12:02 am

      salam
      berdasarkan pp no 22 tahun 2011 tentang STANDAR PELAYANAN MINIMAL
      PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI KHUSUS \haji dan umrah lewat laut dapat di laksanakan…
      sayang aku tidak ada uang.
      wasalam

      Balas

  2. kapal Koan Maru yang mengangkut jamaah pada Februari 1965. Berangkat dari Tanjung Priok pada 8 Februari, kapal mengangkut 570 jamaah, menuju ke Surabaya untuk mengambil jamaah di Tanjung Perak Surabaya, sehingga jumlah total jamaah mencapai 973 orang.

    Balas

    • Posted by muhammad arif pramono on September 24, 2012 at 11:39 pm

      salam….kapan itu berulang lagi….mari saling bantu untuk mewujudkan kembali..bila haji di batasi oleh emir/penguasa…bukankah umrah tidak di batasi,,,mari pergunakan sebisa mungkin kesempatan yang ada
      wasalam

      Balas

  3. Pada 21 Februari 1965 kapal tiba di Jeddah. Pejabat keuangan KBRI memberikan 700 riyal kepada setiap jamaah setelah mereka menyelesaikan urusan administrasi keimigrasian. Baru kemudian mereka ke Madinatul Hujjaj untuk transit.

    Balas

    • Posted by muhammad arif pramono on September 24, 2012 at 11:43 pm

      salam 21-8 = 13 hari perjalana dalam satu kapal akan menciptakan ukhuwah islamiyah yang erat di antara jemaah haji/umrah di banding dengan 24 jam naik pesawat….
      apakah hakikat dari hajj hanyalah semata ziarah memenuhi panggilan Allah semata?
      ataukah hanya orientasi bisnis semata ?
      wasalam

      Balas

    • Posted by muhammad arif pramono on September 24, 2012 at 11:45 pm

      salam
      kapal ini baik juga untuk di pergunakan asal di perbolehkan sama yang punya yaitu pt,pelni….ada jaminan dari emir bahwa boleh untuk melaksanakan umrah,,,
      wasalam

      Balas

  4. Reserved#5

    Balas

  5. Reserved#6

    Balas

  6. Reserved#7

    Balas

  7. Reserved#8

    Balas

  8. Reserved#9

    Balas

  9. Posted by muhammad arif pramono on September 24, 2012 at 11:33 pm

    salam

    mari kita rintis kembali dengan ide
    wasalam

    Balas

  10. Posted by muhammad arif pramono on September 24, 2012 at 11:37 pm

    saya bekerja di syahbandar tg perak,,dan saya dulu adalah pelaut,,sekiranya forum berkenan bantuan apakah yang diperlukan agar liner untuk umroh bisa terealisasi

    Balas

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: