003 – Liputan Haji Perlu Diperluas

asSalaamu’alaykum.

Liputan Haji Perlu Diperluas

Penulis : Kemenag
28 Februari 2011
Jakarta – Liputan penyelenggaraan ibadah haji perlu diperluas. Salah satunya dengan meningkatkan siaran langsung dari Arafah. Pada saat yang sama, perlu dibangun sistem jaringan penyampaian informasi haji untuk memenuhi kebutuhan khalayak luas.Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Bahrul Hayat, pada pertemuan dengan wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Arab Saudi di Jakarta, Selasa (11/1).

“Pertemuan ini diselenggarakan sebagai evaluasi MCH Arab Saudi,” katanya.

Bahrul mengatakan, peran MCH makin kokoh, termasuk pengorganisasian dan dukungan infrastruktur dalam bekerja. Hal itu masih dapat ditingkatkan lagi dengan membangun mekanisme kerja yang lebih efisien dan efektif.

Ia mengakui, banyak terbantu oleh informasi-informasi dari para wartawan yang tergabung dalam MCH. “Wartawan punya kekuatan mendengar, melihat, dan merasakan, termasuk merefleksikan apa yang dirasakan jamaah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bahrul juga menegaskan, sistem penyaluran dan penyerapan informasi tentang penyelenggaraan dan pelaksanaan ibadah haji mendesak diwujudkan. Sebab, menurut dia, setiap tahun isu seputar haji selalu berkembang di Tanah Air dan tak jarang kabar yang beredar tidak benar.

Karena itu, dikatakan Bahrul, ke depan setidaknya ada tiga peran yang harus diperkuat MCH. Pertama, peran untuk meliput dan memberitakan informasi ke publik Indonesia. Peran ini semakin baik dari tahun ke tahun.

Kedua, peran sebagai penyalur informasi bagi para jamaah haji. Selain bertujuan memberikan informasi yang benar dan meluruskan kabar yang keliru, menurut Bahrul, peran ini juga bertujuan menyalurkan informasi penting yang berkenaan dengan pelaksanaan haji, seperti persiapan menghadapi cuaca, kondisi keamanan, kemacetan, dan lainnya.

Ketiga, peran sebagai penyalur informasi khusus bagi Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Tujuannya agar informasi bisa diterima secara cepat oleh masing-masing petugas. “Kalau tiga bangunan itu sudah kuat, tidak sulit melaksanakan haji. Sekarang ini, dua terakhir saja belum dimiliki secara sempurna.”

Tiga isu utama
Bahrul melihat, ada tiga isu utama yang menjadi konsentrasi publik berkenaan dengan ibadah haji di Indonesia. Isu yang pertama berkenaan dengan penyelenggaraan dan pelaksanaan ibadah haji. Tahun ini, dinilai tidak terdapat isu yang signifikan mengenai pelaksanaan ibadah haji.

Isu kedua mengenai pengelolaan keuangan haji. Sedangkan isu ketiga menyangkut Dana Abadi Umat. “Di sinilah perlunya sistem penyerapan dan penyaluran informasi yang benar.”

Anggota Pengarah MCH, Henry Subiyakto, menambahkan, diperlukan terobosan untuk membuat sistem informasi tidak hanya bagi MCH, tetapi juga bagi para jamaah dan petugas. Salah satu terobosan itu, misalnya, bekerja sama dengan operator seluler di Arab Saudi. Dalam hal ini, setiap jamaah ataupun petugas diberikan nomor perdana lokal untuk memudahkan penyebaran informasi.(rep/ant/ts)

SUMBER : KemenAg.go.id


Rabu, 04-05-2011 7386 – MCH Harus Beroperasi Sepanjang Tahun

One response to this post.

  1. […] pada tanggal 04-05-2011 14:26 SUMBER: ©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia 28 Februari 2011 003 – Liputan Haji Perlu Diperluas Like this:SukaBe the first to like this […]

    Balas

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s