105 – Dibahas, Ruang Perawatan untuk Tiap Kloter

asSalaamu’alaykum.

Dibahas, Ruang Perawatan untuk Tiap Kloter

Penulis :
08 Desember 2011
Madinah (MCH)- Wakil Ketua PPIH Pelayanan Umum dan Bimbingan Ibadah Haji Subhan Cholid menyambut baik gagasan mengenai ruang perawatan jemaah haji di pemondokan untuk setiap satu kloter. “Itu akan kami masukkan ke pembahasan masalah pemondokan ke depan,” kata Subhan dalam perbincangan dengan pers di Jeddah, Selasa.

Menurut Subhan, ke depan ini setiap pemondokan yang menampung satu kloter jemaah harus dilengkapi ruangan untuk perawatan jemaah. “Dengan demikian, kapan pun jemaah mengeluh sakit, maka dia bisa segera diperiksa di ruang perawatan itu,” ujarnya.

Namun jika pemondokan tidak mampu menampung satu kloter, klinik kesehatan digabung dengan pemondokan lain yang menampung sisa jemaah kloter yang sama.

Usulan tentang ruang perawatan di pemondokan untuk setiap kloter jemaah ini dilontarkan petugas PPIH di lapangan. Mereka beralasan,tempat jemaah haji wafat terbanyak kedua adalah di pemondokan, yaitu mencapai 150 orang lebih. Terbanyak pertama jemaah wafat adalah di rumah sakit Arab Saudi yang mencapai 209 orang lebih.

Data di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenang, hingga Rabu siang kemarin jemaah wafat mencapai 487 orang. Selain di pemondokan dan rumah-rumah sakit Arab Saudi,sebagian jemaah juga wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dalam perjalanan, di masjid, dan di pesawat terbang.

Sementara itu, hingga Rabu siang jemaah yang masih berada di Tanah Suci tinggal bersisa sekitar 11 persen. Persisnya tinggal 61 kloter yang terbagi 51 kloter (19.817 orang) dan 10 kloter (3.555 orang).

Di bagian lain, Subhan menegaskan, perbedaan kalender Masehi dan Hijriyah membawa implikasi tidak kecil bagi pelaksanaan pelayanan haji di lapangan. Ini karena di Arab Saudi mengacu pada kalender Hijriyah, sementara Pemerintah Indonesia mengacu kepada Masehi.

Menurut Subhan, perbedaan penerapan sistem penanggalan itu di lapangan berdampak memunculkan perbedaan tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah haji. “Karena itu, kami berharap perbedaan ini menjadi acuan serius dalam penyusunan rencana perjalanan haji (RPH) secara keseluruhan untuk musim haji mendatang,” ujarnya.

Subhan menjelaskan, pasca musim haji 2011, pihaknya segera menyusun RPH 2012. Dalam RPH ini disusun tahapan-tahapan pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji,b mulai dari pencarian pemondokan, perusahaan katering, transportasi, hingga rekrutmen petugas . Berdasar RPH juga disusun jadwal penerbangan kedatangan maupun pemulangan jemaah ke Tanah Air. “Jadi semua RPH mengacu kepada jadwal penyelenggaran haji yang dikeluarkan Pemeritah Arab Saudi, yang notabene disusun dalam kalender Hijriah.Nah, kadang jadwal ini tidak sinkron dengan sistem penanggalan di Tanah Air yang mengacu kepada kalender Masehi,” ujarnya.

Subhan mencontohkan keputusan tentang besaran anggaran haji dalam APBN maupun besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) bersama DPR. Keputusan vital itu sering dilakukan di penghujung waktu (injury time) karena ritme rapat-rapat pembahasan penyelenggaraan haji ini didasarkan pada sistem kalender Masehi. “Padahal besaran anggaran ini menjadi dasar pelaksanaan semua kegiatan di lapangan, termasuk menentukan besaran kontrak perumahan, katering, transportasi, dan jumlah personel yang kita rekrut dalam satu musim haji,” katanya.

Subhan mengakui bahwa sudah ada upaya memadukan jadwal penyelenggaraan haji versi Pemerintah Arab Saudi dengan sistem pembahasan haji di Tanah Air. Namun ke depan ini harus ada terobosan agar pembahasan-pembahasan anggaran dan detil pelaksanaan haji di Tanah Air benar-benar sesuai ritme pelaksanaan haji di Tanah Suci.

“Persiapan haji di Arab Saudi biasanya dilaksanakan mulai 1 Muharram. Saat ini saja, negara-negara lain seperti Malaysia, Iran, Turki sudah bergerilya mencari pemondokan, sementara kita masih konsentrasi untuk memulangkan jemaah,” tuturnya. (Asep Yayat)
SUMBER: Haji.KemenAg.go.id


2 responses to this post.

  1. […] mencari pemondokan, sementara kita masih konsentrasi untuk memulangkan jemaah,” tuturnya. [Baca selengkapnya] Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this […]

    Balas

  2. […] Desember 2011 – 105 Dibahas, Ruang Perawatan untuk Tiap Kloter Like this:SukaBe the first to like this […]

    Balas

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: