8834 – Pemilik Pemondokan Malas Ganti Sprei-Sarung Bantal

asSalaamu’alaykum.

Pemilik Pemondokan Malas Ganti Sprei-Sarung Bantal

Sabtu, 03-12-2011 13:51
Makkah (MCH) – Sejumlah rumah tua di Makkah yang disewa untuk pemondokan jamaah haji Indonesia dinilai oleh para jamaah haji Indonesia tidak layak. Hal itu disampaikan oleh Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat saat ditanya wartawan terkait hasil evaluasi perumahan di Daerah Kerja Makkah. “Rumah tua menurut jamaah tidak layak. Ke depan itu menjadi bahan pertimbangan untuk tidak diambil (disewa) lagi,” ujar Arsyad.

Penilaian dari jamaah itu diketahui setelah pihaknya menyebarkan form. Selain itu, rumah yang ada fasilitas lift yang dalam perjalanannya, saat ditempati oleh jamaah macet, juga menjadi catatannya. “Lift rusak kita catat sebagai evaluasi ke depan. Kalau pemilik tidak mencari alat baru atau tidak memperbaikinya, ke depan rumah itu ditinggalkan,” jelasnya. Selain itu, ada rumah yang layak huni, namun akses kendaraan untuk masuk tidak bisa. Sebab, rumah tersebut berada di gang kecil.”Ini juga dipertimbangkan,” imbuhnya.

Namun secara umum, Arsyad mengaku, jamaah puas terhadap kondisi perumahan di Makkah. Apalagi secara jarak, kalau melihat tahun lalu. Ketika itu, jarak terjauh 4 km. Saat ini, selain banyak rumah yang relatif baru dan bagus, jarak terjauhnya hanya 2,5 km. Kalau pun tua tetap terpelihara. Ya, rumah-rumah itu kadang hanya dipakai setahun sekali. Dari rumah-rumah tersebut, 92 persen layak disewa lagi. Sedangkan 8 persen, tidak layak. Form itu untuk kontrol. Di antaranya selama perjalanan rumah itu disewa seperti apa,” terangnya.

Dari form yang dicatat oleh petugas, satu item pekerjaan yang paling rendah dilaksanakan oleh pemilik rumah adalah mengganti sarung bantal dan sprei. Ke depan dalam klausul kontrak akan dilihat lagi. Ini poin penting. Sedangkan yang tertinggi terkait kebersihan.

Terpisah, Kepala Seksi Pengendali Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Daerah Kerja Makkah Khorizi Dasir Dulabas berharap, masyarakat berhati-hati menerima tawaran berangkat haji lebih cepat dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Atas nama haji khusus, tapi tidak terdaftar di Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu, Red) Kementerian Agama. Hati-hati dengan haji nonkuota. Kalau haji reguler dan haji khusus yang resmi, itu terdaftar di Siskohat, sehingga mereka terpantau. Kalau datanya tidak masuk Siskohat, ilegal. Kasihan jamaah kalau terjadi apa-apa saat melaksanakan haji ,” tegasnya. (m izzul mutho)

oleh: Zainuddin Daulay (-) | Kategori: Haji | Tanggal: 03-12-2011 13:51

SUMBER: KemenAg.go.id


29 November 2011 101 – Layanan Pondokan di Mekkah Lebih Baik

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: