7529 – Calon Haji Diminta Jujur tentang Riwayat Kesehatannya

asSalaamu’alaykum.

Calon Haji Diminta Jujur tentang Riwayat Kesehatannya
Kamis, 07-07-2011 00:00
Jakarta (Pinmas) — Kesehatan optimal adalah syarat penting bagi suksesnya ibadah haji. Karena itu calon jamaah haji diimbau jujur tentang riwayat kesehatannya saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Tanah Air.
“Tolong pada saat pemeriksaan kesehatan, disampaikan penyakit (yang diidap) yang benar. Mengakui sakit atau keluhan apa,” imbau Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Taufik Tjahjadi usai menutup pelatihan petugas haji non kloter 2011 di asrama haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (7/7).
Taufik menjamin, kejujuran tentang sakit yang diidap, tidak berdampak pada larangan orang tersebut untuk naik haji.
“Tidak ada yang kita larang berangkat, asal namanya masuk dalam kuota (haji), itu amanat UU,” tandasnya. Hanya jamaah yang sakit menular saja yang dilarang berangkat.
Kejujuran riwayat kesehatan itu diperlukan, urai Taufik, agar petugas bisa melakukan pembinaan kesehatan terhadap calon jamaah tersebut. Selain itu juga berfungsi sebagai sarana kesiagaan petugas yang mendampingi. Hal ini akan membentuk jamaah yang sehat dan mandiri, yang berujung pada haji mabrur.
“Kami minta semua jamaah menyampaikan semua informasi (kesehatan), jangan ada yang disembunyikan,” ujarnya.
Kemenkes bertekat untuk menurunkan angka kematian sebagai indikator keberhasilan program kesehatan dalam pelaksanaan ibadah haji.
Tahun lalu, sebanyak 451 jamaah haji meninggal karena sakit alias 2,08 per 1.000 jamaah. Angka ini menurutnya lebih tinggi dari indikator yang ditetapkan yaitu 2 per 1.000 jamaah. “Kami harap tahun ini (angka kematian) bisa diturunkan,” harap Taufik.
Mayoritas jamaah wafat karena sakit jantung, paru-paru, dan pembuluh darah otak. “Dan itu merupakan bakat (penyakit bawaan-red) dari Tanah Air,” katanya.
Kadaker Muda
Penutupan pelatihan petugas calon panitia haji yang berlangsung 10 hari ini juga diisi dengan pidato Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Cepi Supriatna. Cepi menuturkan, tahun ini para kepala daerah kerja (kadaker) di Jeddah, Madinah dan Makkah, merupakan wajah baru yang berusia muda.
“Regenerasi ini penting,” ujarnya di hadapan lebih 815 peserta dari 9 instansi terkait di seluruh Indonesia .
Ditanya tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2011, Cepi menjawab, saat ini masih terus digodok oleh Kemenag dan Komisi VIII DPR. Cepi berharap BPIH tahun ini tidak naik, alias sama dengan tahun lalu. Tahun lalu ONH reguler di kisaran Rp 27 juta.
Sedangkan penambahan kuota, belum ada jawaban dari Saudi. Yang sudah dikabulkan baru 211 ribu jamaah, dengan rincian 194 ribu jamaah reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Indonesia mengajukan tambahan kuota sebanyak 27 ribu jamaah.(dtk/nurul)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Haji pada tanggal 07-07-2011 00:00

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia
http://m.kemenag.go.id/berita.php?id=7529


Daftar isi: Hajji 1432H – 2011M

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: