7443 – DPR dan Pemerintah Berupaya Tekan Potensi Kenaikan BPIH

asSalaamu’alaykum.

DPR dan Pemerintah Berupaya Tekan Potensi Kenaikan BPIH
Rabu, 01-06-2011 18:07
Jakarta (Pinmas)–Pemerintah bersama dengan Komisi VIII DPR RI mempercepat proses pembahasan biaya penyelenggaraan haji (BPIH) 2011 mendatang dengan membentuk panitia kerja (Panja). Selain melakukan percepatan, BPIH juga diupayakan tidak mengalami kenaikan yang cukup besar seperti yang diusulkan sebesar USD505.

“Dari masing-masing fraksi sudah kasih nama-nama anggota Panja. Sesegara mungkin akan dibahas, kami tidak ingin berlarut-larut, segera dituntaskan pembahasannya,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ahmad Zainuddin, Jumat (1/5).

Menurut Zainuddin, pihaknya mengagendakan pembahasan BPIH 2011 dilanjutkan pada pekan depan, mengingat pekan ini diselenggarakan cuti bersama. Dalam pertemuan itu, Panja BPIH akan membahas bebeberapa komponen utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Diharapkan, pembahasan biaya haji akan selesai pada pertengahan Juni mendatang. “Ya sepekan atau dua pekan sudah selesai, jangan berlarut-larut.”

Terkait dengan usulan kenaikan biaya haji yang diajukan pemerintah, Zainuddin mengaku, itu baru usulan pertama dari pemerintah. Pihaknya akan mengelaborasi usulan tersebut dengan berbagai kemungkinan yang ada. “Kenaikan sebesar USD 505 terlalu besar, kami menginginkan turun, minimal sama dengan tahun lalu,” jelasnya.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, ada dua komponen yang perlu mendapatkan perhatian di antaranya, harga tiket penerbangan dari Indonesia ke Makkah Arab Saudi yang dinilai cukup tinggi. Untuk itu, Komisi VIII DPR RI perlu berbicara langsung dan meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan, pengelola maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia dan Saudi Airline. “Saya yakin bisa dikurangi, soalnya tahun lalu masih bisa turun,” tandasnya.

Apalagi, Kementerian Agama berencana membuka kesempatan bagi maskapai penerbangan lain untuk turut serta memberikan pelayanan keberangkatan bagi jamaah haji melalui mekanisme tender. Selain penerbangan, Panja BPIH juga akan menyoroti soal direct cost yang berkaitan dengan biaya pemondokkan bagi jamaah haji di Makkah dan Madinah.

“Biaya direct cost didahulukan karena ditanggung jamaah, sedangkan pembahasan indirect cost dapat menyusul,” paparnya.

Senada, anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis optimis, biaya haji tidak akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti yang diusulkan oleh Kementerian Agama. Menurut dia, BPIH masih bisa ditekan, karena itu perlu ada pembahasan lebih jauh dengan sejumlah pihak terkait seperti, Menteri Perhubungan, Maskapai Penerbangan, LSM dan sebagainya.

Termasuk juga biaya pemondokkan bagi jamaah saat berada di Makkah dan Madinah. Kenaikan biaya pemondokkan yang dijelaskan Menteri Agama Suryadharma Ali dalam rapat kerja dinilai sangat besar. Seperti diketahui, biaya perumahan bagi jamaah haji pada 2010 lalu sebesar SAR 2.850 sementara kini biaya pemondokkan diusulkan naik menjadi SAR 3.400. “Biasanya di Saudi kenaikan sebesar 5-10%, apalagi mata uang Saudi cenderung stabil,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan, kesimpulan dari hasil rapat kerja dengan Kementerian Agama dalam pembahasan BPIH di antaranya, kesepakatan untuk membentuk Panja BPIH yang akan membahas rincian dari biaya penyelenggaraan haji 2011 mendatang.

Selain itu, komitmen pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji secara proporsional, rasional, akuntabel, efektif dan efisien serta berkeadilan dan berpihak pada kepentingan jamaah haji.

Sementara itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, Panja BPIH dari Kementerian Agama sudah terbentuk, tinggal menunggu pembahasan selanjutnya. “Saya kira secepatnya yah (pembahasan BPIH), ada komitmen lebih cepat pelaksanannya. Apalagi, kami itu memberikan lima atau enam point yang berbeda, jadi nggak seperti tahun lalu,” katanya usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI kemarin malam.

Suryadharma berharap, bagi komponen-komponen yang nilainya itu sudah selesai, tidak perlu dibahas lagi. Pembahasan sebaiknya fokus pada harga tiekt pesaswat, pemondokkan di Makkah dan Madinah, tambahan untuk embarkasi dan sebagainya. Angka untuk penerbangan misalnya, yang lalu itu sebesar USD 1.734 kemudian diusulkan menjadi USD 2.076. “Itukan masih angka nanti kita lihat fuel nya , kalaupun naik nggak sampai 300 gitu,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan adanya kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2011 sebesar USD505.Dengan demikian, biaya yang harus dibayarkan jamaah haji menjadi USD3.847 dari sebelumnya USD3.342. (sindo/sucipto)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Haji pada tanggal 01-06-2011 18:07

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia
http://m.kemenag.go.id/berita.php?id=7443

One response to this post.

  1. Reserved

    Balas

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: