7334 – DPR Akan Revisi UU Haji

asSalaamu’alaykum.

DPR Akan Revisi UU Haji
Senin, 11-04-2011 10:33
Jakarta(Pinmas) — Wakil Ketua Komisi VIII DPR Chairun Nisa mengatakan pihaknya dalam Program Legislasi Nasional 2011 akan merevisi Undang-Undang No.13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji setelah sebelumnya mendapat kajian akademisi dan masukan masyarakat.
“Sudah ada wacana untuk melakukan revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dalam upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” kata Chairun saat berbicara dalam Seminar Kajian Akademis UU No.13/2008 yang diselenggarakan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), di Jakarta, Sabtu.
Menurut Chairun Nisa , sejumlah pasal dalam UU tersebut memang harus mendapat revisi mengingat sejumlah kelemahan masih banyak ditemui dalam penyelenggaraan haji oleh pemerintah.
Dia menyoroti dengan masih ditemukannya tempat pemondokan yang tidak memiliki izin Tasyrih, sehingga tidak ada jaminan adanya kesesuaian fasilitas yang disediakan oleh pemilik rumah dengan ketentuan yang berlaku.
Masalah lain yang ditemui adalah sistem pelayanan makanan, yaitu antara jumlah makanan dalam kotak dan prasmanan tidak disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya dan sistem distribusinya masih memerlukan perbaikan.
“Transparansi biaya katering serta belum adanya standar kualitas katering jamaah masih dipertanyakan,” katanya.
Chairun juga mempermasalahkan jadwal ketepatan waktu penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Selama ini, para jemaah haji hanya bisa pasrah saja apabila mengalami keterlambatan penerbangan, sementara tidak dikenakan sanksi kepada maskapai penerbangan yang terlambat.
“Dalam UU tersebut tidak disebutkan adanya sanksi bagi maskapai penerbangan yang terlambat mengangkut para jamaah haji,” katanya.
Dari sisi kesehatan, dia menyoroti masih belum adanya standar prosedur operasi (SOP) serta kurang sinkronnya perencanaan antarunit kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berpengaruh pada proses pengadaan dan pelayanan kesehatan.
Dari sisi laporan keuangan, dia menyoroti masih sering terlambatnya laporan ke BPK sehingga menjadi faktor keterlambatan pemerintah dan DPR untuk menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun berikutnya.
Dikatakannya, sejumlah wacana yang muncul saat ini adalah memisahkan peran regulator, operator dan monitor.
Sampai saat ini setidaknya ada tiga opsi, yakni memprivatisasi urusan penyelenggaraan ibadah haji, membentuk Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan PP No.23 Tahun 2005, serta membuka kesempatan bagi masyarakat berpartisipasi sebagai penyelenggara haji (operator).
“Sedangkan Kemenag berperan sebagai regulator dan pengawas,” katanya.
Dia berharap dengan direvisinya UU tersebut akan mampu mendorong pelaksanaan ibadah haji lebih baik, profesional, transparan dan akuntabel.(ant/es)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Haji pada tanggal 11-04-2011 10:33

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia
http://m.kemenag.go.id/berita.php?id=7334


Selasa, 05-07-2011 7526 – Kemenag Akan Terapkan Standar ISO Untuk Katering Haji
Jumat, 01-04-2011 …jemaah haji khusus harus memiliki komitmen, antara lain memberikan akomodasi hotel berbintang 4, katering prasmanan standar hotel,…
Rabu, 09-03-2011 ….. layanan katering, baik di Mina, Arafah dan Madinah.
SELASA, 01 MARET 2011 … Persoalan tersebut antara lain katering di Armina,…

4 responses to this post.

  1. […] Senin, 11-04-2011 “Transparansi biaya katering serta belum adanya standar kualitas katering jamaah masih dipertanyak… Jumat, 01-04-2011 …jemaah haji khusus harus memiliki komitmen, antara lain memberikan […]

    Balas

  2. […] 05-07-2011 7526 – Kemenag Akan Terapkan Standar ISO Untuk Katering Haji Senin, 11-04-2011 “Transparansi biaya katering serta belum adanya standar kualitas katering jamaah masih dipertanyak… Rabu, 09-03-2011 ….. layanan katering, baik di Mina, Arafah dan Madinah. SELASA, 01 MARET […]

    Balas

  3. […] Senin, 11-04-2011 “Transparansi biaya katering serta belum adanya standar kualitas katering jamaah masih dipertanyak… Jumat, 01-04-2011 …jemaah haji khusus harus memiliki komitmen, antara lain memberikan […]

    Balas

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: