7306 © Dirjen PHU Slamet Riyanto : Kualat Pakai Uang Haji

Dirjen PHU Slamet Riyanto : Kualat Pakai Uang Haji

Bandung (Pinmas)–Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyatakan, Kementerian Agama selaku penyelenggara ibadah haji selalu transparan dalam mengelola dana haji. Sehingga dipastikan dana masyarakat yang cukup besar ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan di luar pelayanan jemaah haji.
“Kualat pakai uang haji, percaya saja,” kata Slamet dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Bandung, Rabu (23/3). Ia hadir bersama Kabalitbang dan Diklat Abdul Djamil mewakili Menteri Agama Suryadharma Ali.
Slamet mengakui adanya penilaian sementara pihak bahwa penyelenggaraan haji selalu ada masalah. “Bagaimana tidak, mengurus dua ratus ribu orang dengan latar belakang yang beragam. Karena itu penyelenggaraan haji merupakan tugas nasional yang melibatkan banyak instansi,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, penyelenggaraan haji juga berarti mengelola banyak uang, seperti dana para pendaftar haji yang sudah lebih dari satu juta orang. Maka hingga tanggal 28 Februari 2011 dari dana pendaftar haji haji di berbagai bank penerima setoran awal BPIH terkumpul sejumlah dana sebesar Rp 27 trilyun. “Ini uang mau diapakan, timbul fitnah-fitnah,” kata Slamet.
Ia mengatakan, penyelenggaraan haji diawasi oleh bebeberapa instasi antara lain BPK, KPK, DPR, DPD, Irjen. “Termasuk media, dan kami secara periodek mengumumkan laporan keuangan haji di media. Semua transparan, kalau ada uang lebih langsung dimasukkan dalam DAU (Dana Abadi Umat),” terang Slamet.
Dirjen PHU Slamet Riyanto juga memaparkan tentang masalah kuota haji Indonesia yang tidak sebanding dengan animo masyarakat yang semakin tinggi untuk menunaikan rukun Islam kelima. Menurut dia Pemerintah RI senantiasa berupaya agar kuota jemaah haji Indonesia mendapat tambahan dari Arab Saudi.
“Tambahan kuota bukan menyelesaikan masalah, jika masih ada persoalan kapasitas di Arab Saudi yang terbatas, seperti di Mina. Karena itu sistem pembagian kuota tetap berdasarkan kesepakatan OKI (Organisasi Konferensi Islam) tetap menggunakan rumus 1/1000 dari penduduk muslim.”
Maka, lanjut Slamet, jika sesuai sensus penduduk Indonesia berjumlah 235 juta, berarti kita mendapat kuota haji sebanyak 235 ribu orang. “Kita telah minta Arab Saudi supaya kuota haji tahun ini disesuaikan,” katanya. Adapun kuota haji Indonesia tahun 2010 sebanyak 221 ribu orang karena mendapat tambahan 10 ribu dari tahun sebelumnya 211 orang.
Direktur Pelayanan Haji dan Umrah Zainal Abidin Supi menambahkan, sesuai arahan Menteri Agama Suryadharma Ali bahwa apabila Indonesia mendapatkan kuota tambahan, pembagiannya diprioritaskan kepada daerah yang daftar tunggunya masih panjang. “Ini memang imbauan Menteri Agama, karena waiting list sudah lebih dari 1 juta orang,” kata Zainal Abidin Supi.
Ia juga mengungkapkan beberapa propinsi yang memiliki daftar tunggu jemaah haji diatas tujuh tahun, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. “Nanti ada keputusan Menteri Agama, sehingga propinsi tersebut diberi porsi lebih,” jelas Supi. (ks)
Diupload oleh TS (-) dalam kategori Haji pada tanggal 24-03-2011 00:00

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia

http://m.kemenag.go.id/berita.php?id=7306

One response to this post.

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: