8920 – Nyamuk Saja Disoal, Heran, Haji Tak Pernah Ada Benarnya

asSalaamu’alaykum.

Nyamuk Saja Disoal, Heran, Haji Tak Pernah Ada Benarnya

FotoJakarta (Pinmas) — Pada kunjungan ke INDOPOS, Senin (12/12), Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, sejumlah media menonjolkan komersialisasi dan kadang mengangkat yang masih sumir menjadi sesuatu yang menarik. “Komersialisasi tidak pada tempatnya, bisa kita rasakan.

Pada saat Ramadan misalnya ada tayangan badut-badutan jelang sahur,” ujar Suryadharma yang dalam kunjungan kemarin didampingi Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto, Sekretaris Dirjen PHU Cepi Supriatna, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Zubaidi, dan Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Affandi Mochtar.

Menurut Suryadharma, di sejumlah media, berita-berita miring menarik dari segi komersialisasinya. “Apa yang miring benar-benar miring, atau apakah hanya kemasan kata-katanya. Kalau sudah di media, berpengaruh ke mana-mana. Kalau sudah masuk media, membuat masyarakat percaya. Komersialisasi penting, tapi hendaknya tidak menghalalkan segala cara,” ujarnya.

Di bagian lain pria berkacamata itu bercerita banyak berkait kementerian yang dipimpinnya. Mulai haji, pendidikan, hingga survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menempatkan Kementerian Agama (Kemenag) di posisi terendah dalam pelayanan publik. “Heran, soal haji tidak pernah ada benarnya. Sebelum jadi Menag, haji jadi sorotan juga,” keluh Suryadharma.

Suryadharma menjelaskan, pihaknya tidak hanya memakai rasio, tapi juga hati. “Menggerakkan 221 ribu orang lebih bukan perkara mudah. Ini pekerjaan kolosal. Kami sudah kerja maksimal. Para petugas yang di Makkah dan Madinah bekerja 24 jam,” imbuhnya. Kalau ada kritikan, tidurnya tidak enak, Suryadharma mengakui, memang tidak enak. “Ada perubahan budaya.
Ada perbedaan yang menyolok seperti budaya tidur. Kalau mau enak ada ONH plus. Ada kritikan juga, makanan tidak enak. Memang. Ada 469 daerah (mereka punya makanan khas masing-masing). Tidak bisa diselesaikan? Tidak. Ini dikecam,” tambahnya. Prasmanan dan boks (makanan kotak) juga dipersoalkan. Padahal, sambungnya, pihaknya sudah menghitung-hitung plus minusnya.

Kalau memilih boks, rentan basi, karena lamanya waktu dari proses masak, menaruh di boks, dan dibawa ke Arafah. “Dengan pertimbangan itu, maka dipilih prasmanan,” tegasnya. Transportasi dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina juga dimasalahkan. Sejumlah bus dipakai hanya setahun sekali. “Pas musim haji dipakai, terus mogok. Ini faktor kedaruratan.”

Kami kecewa, tapi tidak bisa menyalahkan. Yang mengurus transportasi itu naqabah (Organda) yang mengorganisasi pemerintah Arab Saudi. Kalau sampai terjadi itu, siapa yang disalahkan? Kita memahami. Terus toilet disoal, karena antre panjang. Kalau bicara rasio ideal, saya tanya berapa toilet yang dibutuhkan untuk 3 juta orang? Lalu kita ajukan ke mana usulan itu? “Nambah satu meja makan saja, tidak dapat, karena alasan tidak ada tempatnya,” terangnya.

Demikian juga sampah, dikeluhkan. Jika ada 3 juta jamaah dan setiap orang meminum satu botol air, berapa sampahnya? “Padahal dalam sehari bisa 6 botol per orang. Lalu berapa sampahnya? Jadi ada faktor kedaruratan. Tenda yang dimasuki jamaah dari luar Indonesia juga dipermasalahkan. Itu bukan kekuasaan kami, tapi muassasah (Muassasah Asia Tenggara, Red). Kami sudah mengajukan komplain. Ada nyamuk di Arafah juga disoal. La Arafah, kan padang, gimana ini,” jelasnya. (m izzul mutho/bersambung)
oleh: TS (-) | Kategori: Haji | Tanggal: 14-12-2011 00:00
SUMBER & Berita Terkait:

About these ads

Leave a Reply (Tulis Pesan)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya.